Monday, November 18, 2013

Cerita Lucu Abu Nawas Membalas Sang Kadi

Cerita Lucu dalam Kumpulan Kisah Dan Cerita Lucu Abu Nawas  mempersembahkan kisah kecerdikan Abu Nawas yang berjudul Cerita Lucu Abu Nawas Membalas Sang Kadi. Seperti yang sudah anda baca dalam kisah sebelumnya yaitu Cerita Lucu Abu Nawas Diangkat Menjadi Kadi kisah berikut ini adalah lanjutan dari cerita tersebut. Buat anda yang belum membaca ceritanya silahkan di baca di halaman sebelumnya. Seperti apa kisah selanjutnya,...?

Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya mengaji, ada dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan Mesir. Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan si pemuda Mesir. Setelah pengangkatan kadi yang baru ternyata sang kadi memiliki sifat yang kurang baik seperti yang dikisahkan oleh Si Wanita Tua dan Pemuda dari mesir yang nampak kumal dan tampangnya seperti seorang pengemis. Mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menjadi geram kemudian menyuruh murid-muridnya menutup kitab mereka.

"Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku malam hari ini, suruh mereka membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu."

Murid-murid Abu Nawas merasa heran, namun mereka begitu patuh kepada Abu Nawas. Dan mereka merasa yakin gurunya selalu berada membuat kejutan dan berada di pihak yang benar. Pada malam harimya mereka datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang diminta oleh Abu Nawas.

Berkata Abu Nawas,"Hai kalian semua! Pergilah malam hari ini untuk merusak Tuan Kadi yang baru jadi."

"Hah? Merusak rumah Tuan Kadi?" gumam semua muridnya keheranan. "Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!" kata Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya.

Barangsiapa yang mencegahmu, jangan kau perdulikan, terus pecahkan saja rumah Tuan Kadi yang baru. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barangsiapa yang hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan iemparilah dengan batu."

Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak ke arah Tuan Kadi. Laksana demonstran mereka berteriak-teriak menghancurkan rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakukan mereka. Lebih-lebih ketika tanpa basa-basi lagi mereka langsung merusak rumah Tua Kadi.

Cerita Lucu Abu Nawas Membalas Sang Kadi

Orang-orang kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah murid-murid Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tak berani mencegah.

Melihat banyak orang merusak rumahnya, Tuan Kadi segera keluar dan bertanya,"Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?"

Murid-murid itu menjawab,"Guru kami Tuan Abu Nawas yang menyuruh kami!"

Habis menjawab begitu mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga rumah itu roboh dan rata dengan tanah. Tuan Kadi hanya bisa marah-marah karena tidak orang yang berani membelanya

"Dasar Abu Nawas provokator, orang gila! Besok pagi aku akan melaporkannya kepada Baginda."

Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian semalam sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap Baginda.

Setelah Abu Nawas menghadap Baginda, ia ditanya.

"Hai Abu Nawas apa sebabnya kau merusak rumah Kadi itu"

Abu Nawas menjawab,"Wahai Tuanku, sebabnya ialah pada satu malam hamba bermimpi, bahwasanya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya. Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi.Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi."

Baginda berkata," Hai Abu Nawas, bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?"

Dengan tenang Abu Nawas menjawab,"Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini Tuanku."

Mendengar perkataan Abu Nawas seketika wajah Tuan Kadi menjadi pucat. la terdiam seribu bahasa. "Hai Kadi benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?" tanya Baginda. Tapi Tuan Kadi tiada menjawab, wajahnya nampak pucat, tubuhnya gemetaran karena takut.

"Abu Nawas! Jangan membuatku pusing! Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini !" perintah Baginda. "Baiklah ...... "Abu Nawas tetap tenang.

"Baginda.... beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (mas kawin) sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu saja pemuda Mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, di sinilah terlihat arogansi Tuan Kadi, ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa."

Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas agar memanggil si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil pemuda itu ke hadapan Baginda.

Berkata Baginda Raja,"Hai anak Mesir ceritakanlah hal-ihwal dirimu sejak engkau datang ke negeri ini."

Ternyata cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan pemuda itu juga membawa saksi yaitu Pak Tua pemilik tempat kost dia menginap.

"Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang bejad moralnya." Baginda sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir.

Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir itu hendak membalas kebaikan Abu Nawas.

Berkatalah ia, "Janganlah engkau memberiku kepadaku. Aku tidak akan menerimanya sedikitpun jua barang sesuatupun."

Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri Mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kepada penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal.  

Semoga Cerita Lucu Abu Nawas Membalas Sang Kadi diatas bisa menjadi inspirasi kita dalam menegakkan sebuah kebenaran. Selalu ada pelajaran dan hikmah dalam sebuah kisah, ada yang baik dan ada juga yang kurang baik. Yang baik silahkan diambil hikmahnya, yang kurang baik silahkan diperbaiki :) Jika anda suka jangan sungkan untuk memilih SUKA, jika anda merasa teman anda perlu tertawa silahkan BAGIKAN cerita ini, jika anda merasa tidak suka silahkan baca lagi kisah selanjutnya dan cari cerita lucu lainnya sampai anda benar benar SUKA :) Anda pasti akan tertarik membaca Kumpulan Kisah Dan Cerita Lucu Abu Nawas  lainnya.


Cerita Lucu Abu Nawas Diangkat Menjadi Kadi

Cerita Lucu mempersembahkan kisah dari Kumpulan Kisah Dan Cerita Lucu Abu Nawas yang terkenal cerdik dan jenaka dalam aksinya. Salah satunya adalah Cerita Lucu Abu Nawas Diangkat Menjadi Kadi dan menolak dengan menggunakan kecerdikannya. 

Ayah Abu Nawas adalah seorang Penghulu Kerajaan/ Kadi Baghdad bernama Maulana. Pada suatu hari ayah Abu Nawas yang sudah tua itu sakit parah dan akhirnya meninggal dunia. Abu Nawas dipanggil ke istana. Ia diperintah Sultan (Raja) untuk mengubur jenazah ayahnya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana. Apa yang dilakukan Abu Nawas hampir tiada bedanya dengan Kadi Maulana baik mengenai tatacara memandikan jenazah hingga mengkafani, menyalati dan mendo'akannya.

Pada saat ayahnya sakit, Abu Nawas sempat bercengkrama dengan ayahnya.

“Anakku, aku sudah hampir meninggal. Kini ciumlah telinga kanan dan telinga kiriku!” pinta ayah Abu Nawas.
Abu Nawas menurut permintaan terakhir ayahnya. Ia cium telinga kanan sang ayah dan ia menghirup bau harum. Sedangkan telinga yang sebelah kiri berbau busuk.
“Sudahkah kau menciumnya wahai anakku?”
“Sudah, ayah! Tapi… !”
“Tapi, apa? Ceritakanlah sejujurnya bau kedua telingaku itu!”
“Sungguh mengherankan bau telinga ayah yang sebelah kanan harum sekali. Tapi yang sebelah kiri baunya sangat busuk!”
“Hai, anakku tahukah kamu apa sebabnya bisa seperti itu?”
“Wahai ayahku, cobalah ceritakan pada anakmu ini!”
Lalu ayah Abu Nawas bercerita. “Pada suatu hari, datanglah dua orang kepadaku mengadu masalah. Yang seorang aku dengarkan keluhannya. Tapi yang seorang lagi karena aku tak suka, maka tak kudengarkan. Inilah resiko jadi Kadi. Jika kau kelak suka menjadi Kadi maka kau akan mengalami hal yang sama, namun jika kau tidak suka, maka buatlah alasan yang masuk akal agar kau tidak dipilih sebagai Kadi oleh Sultan Harun Al Rasyid. Tapi tak bisa tidak, sultan pasti tetap memilihmu sebagai Kadi.”

Cerita Lucu Abu Nawas Diangkat Menjadi Kadi

Maka Sultan bermaksud mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi atau penghulu menggantikan kedudukan bapaknya. Namun, demi mendengar rencana sang Sultan. Tiba-tiba saja Abu Nawas yang cerdas itu tiba-tiba nampak berubah menjadi gila. Usai upacara pemakaman bapaknya. Abu Nawas mengambil batang sepotong batang pisang dan diperlakukannya seperti kuda, ia menunggang kuda dari batang pisang itu sambil berlari-lari dari kuburan bapaknya menuju rumahnya. Orang yang melihat menjadi terheran-heran dibuatnya.

Pada hari yang lain ia mengajak anak-anak kecil dalam jumlah yang cukup banyak untuk pergi ke makam bapaknya. Dan di atas makam bapaknya itu ia mengajak anak-anak bermain rebana dan bersuka cita. Kini semua orang semakin heran atas kelakuan Abu Nawas itu, mereka menganggap Abu Nawas sudah menjadi gila karena ditinggal mati oleh bapaknya. 

Pada suatu hari ada beberapa orang utusan dari Sultan Harun Al Rasyid datang menemui Abu Nawas. "Hai Abu Nawas kau dipanggil Sultan untuk menghadap ke istana." kata Wazir utusan Sultan.

"Buat apa sultan memanggilku, aku tidak ada keperluan dengannya." jawab Abu Nawas dengan entengnya seperti tanpa beban.

"Hai Abu Nawas kau tidak boleh berkata seperti itu kepada rajamu."

"Hai wazir, kau jangan banyak cakap. Cepat ambil ini kudaku ini dan mandikan di sungai supaya bersih dan segar." kata Abu Nawas sambil menyodorkan sebatang pohon pisang yang dijadikan kuda-kudaan. Si wazir hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Abu Nawas.

"Abu Nawas engkau mau pergi apa tidak menghadap Sultan?" kata wazir. "Katakan kepada rajamu, aku sudah tahu maka aku tidak mau." kata Abu Nawas.

"Apa maksudnya Abu Nawas?" tanya wazir dengan rasa penasaran. "Sudah pergi sana, bilang saja begitu kepada rajamu." segera Abu Nawas sembari menyaruk debu dan dilempar ke arah si wazir dan teman-temannya.

Si wazir segera menyingkir dari halaman rumah Abu Nawas. Mereka laporkan keadaan Abu Nawas yang seperti tak waras itu kepada Sultan Harun Al Rasyid. Dengan geram Sultan berkata, "Kalian bodoh semua, hanya menhadapkan Abu Nawas kemari saja tak becus! Ayo pergi sana ke rumah Abu Nawas bawa dia kemari dengan suka rela ataupun terpaksa!"

Si wazir segera mengajak beberapa prajurit istana. Dan dengan paksa Abu Nawas di hadirkan di hariapan raja. Namun lagi-lagi di depan raja Abu Nawas berlagak pilot bahkan tingkahnya ugal-ugalan tak selayaknya berada di hariapan seorang raja. "Abu Nawas bersikaplah sopan!" tegur Baginda.

"Ya Baginda, tahukah Anda?"
"Apa Abu Nawas...?"
"Baginda... terasi itu asalnya dari udang !"
"Kurang ajar kau menghinaku Nawas !"
"Tidak Baginda Siapa bilang udang berasal dari terasi?" Baginda merasa dilecehkan, ia naik pitam dan segera memberi perintah kepada para pengawalnya. "Hajar dia! Pukuli dia sebanyak dua puluh lima kali."

Wah-wah! Abu Nawas yang kurus kering itu akhirnya lemas tak berdaya dipukuli tentara yang bertubuh kekar. Usai dipukuli Abu Nawas disuruh keluar istana. Ketika sampai di pintu gerbang kota, ia dicegat oleh penjaga.

"Hai Abu Nawas! Tempo hari ketika kau hendak masuk ke kota ini kita telah mengadakan perjanjian. Masak kau lupa pada janjimu itu? Jika engkau diberi hadiah oleh Baginda maka engkau berkata: Aku bagi dua; engkau satu bagian, aku satu bagian. Nah, sekarang mana bagianku itu?"

"Hai penjaga pintu gerbang, apakah kau benar-benar menginginkan hadiah Baginda yang diberikan kepada tadi?"

"Iya, tentu itu kan sudah merupakan perjanjian kita?"

"Baik, aku berikan semuanya, bukan hanya satu bagian!"

"Wah ternyata kau baik hati Abu Nawas. Memang harusnya begitu, kau kan sudah sering menerima hadiah dari Baginda." 

Tanpa banyak cakap lagi Abu Nawas mengambil sebatang kayu yang agak besar lalu orang itu dipukulinya sebanyak dua puluh lima kali. Tentu saja orang itu menjerit-jerit kesakitan dan menganggap Abu Nawas telah menjadi gila. Setelah penunggu gerbang kota itu klenger Abu Nawas meninggalkannya begitu saja, ia terus melangkah pulang ke rumahnya. Sementara itu si penjaga pintu gerbang mengadukan nasibnya kepada Sultan Harun Al Rasyid.

"Ya, Tuanku Syah Alam, ampun beribu ampun. Hamba datang kemari mengadukan Abu Nawas yang telah memukul hamba sebanyak dua puluh lima kali tanpa suatu kesalahan. Hamba mohom keadilan dari Tuanku Baginda."

Baginda segera memerintahkan pengawal untuk memanggil Abu Nawas. Setelah Abu Nawas berada di hariapan Baginda ia ditanya.

"Hai Abu Nawas! Benarkah kau telah memukuli penunggu pintu gerbang kota ini sebanyak dua puluh lima kali pukulan?" 

Berkata Abu Nawas, "Ampun Tuanku, hamba melakukannya karena sudah sepatutnya dia menerima pukulan itu."

"Apa maksudmu? Coba kau jelaskan sebab musababnya kau memukuli orang ftu?" tanya Baginda.

"Tuanku," kata Abu Nawas, "Hamba dan penunggu pintu gerbang ini telah mengadakan perjanjian bahwa jika hamba diberi hadiah oleh Baginda maka hadiah tersebut akan dibagi dua. Satu bagian untuknya satu bagian untuk saya; Nah pagi tadi hamba menerima hadiah dua puluh lima kali pukulan, maka saya berikan pula hadiah dua puluh lima kali pukulan kepadanya."

"Hai penunggu pintu gerbang, benarkah kau telah mengadakan perjanjian seperti itu dengan Abu Nawas?" tanya Baginda. "Benar Tuanku," jawab penunggu pintu gerbang. "Tapi, hamba tiada mengira jika Baginda memberikan hadiah pukulan." 

"Hahahahaha...! Dasar tukang peras, sekarang kena batunya kau!" sahut Baginda. "Abu Nawas tiada bersalah, bahkan sekarang aku tahu bahwa penjaga pintu gerbang kota Baghdad adalah orang yang suka narget, suka memeras orang! Kalau kau tidak merubah kelakuan burukmu itu sungguh aku akan memecat dan menghukum kamu!"

"Ampun Tuanku," sahut penjaga pintu gerbang dengan gemetar. Abu Nawas berkata, "Tuanku, hamba sudah lelah, sudah mau istirahat, tiba-tiba diwajibkan hadir di tempat ini, padahal hamba tiada bersalah. Hamba mohon ganti rugi. Sebab jatah waktu istirahat hamba sudah hilang karena panggilan Tuanku. Padahal besok hamba harus mencari nafkah untuk keluarga hamba." Sejenak Baginda melengak, terkejut atas protes Abu Nawas, namun tiba-tba ia tertawa terbahakbahak,

"Hahahaha... jangan kuatir Abu Nawas. "Baginda kemudian memerintahkan bendahara kerajaan memberikan sekantong uang perak kepada Abu Nawas. Abu Nawas pun pulang dengan hati gembira. Tetapi sesampai di rumahnya Abu Nawas masih bersikap aneh dan bahkan semakin nyentrik seperti orang gila sungguhan. Pada suatu hari Raja Harun Al Rasyid mengadakan rapat dengan para menterinya.

"Apa pendapat kalian mengenai Abu Nawas yang hendak ku angkat sebagai kadi?"

Wazir atau perdana meneteri berkata, "Melihat keadaan Abu Nawas yang semakin parah otaknya maka sebaiknya Tuanku mengangkat orang lain saja menjadi kadi."

Menteri-menteri yang lain juga mengutarakan pendapat yang sama. "Tuanku, Abu Nawas telah menjadi gila karena itu dia tak layak menjadi kadi."

"Baiklah, kita tunggu dulu sampai dua puluh satu hari, karena bapaknya baru saja mati. Jika tidak sembuh-sembuh juga bolehlah kita mencari kadi yang lain saja." Setelah lewat satu bulan Abu Nawas masih dianggap gila, maka Sultan Harun Al Rasyid mengangkat orang lain menjadi kadi atau penghulu kerajaan Baghdad. Konon dalam suatu pertemuan besar ada seseorang bemama Polan yang sejak lama berambisi menjadi Kadi. Ia mempengaruhi orang-orang di sekitar Baginda untuk menyetujui jika ia diangkat menjadi Kadi, maka tatkala ia mengajukan dirinya menjadi Kadi kepada Baginda maka dengan mudah Baginda menyetujuinya.

Begitu mendengar Polan diangkat menjadi kadi maka Abu Nawas mengucapkan syukur kepada Tuhan. "Alhamdulillah... aku telah terlepas dari balak yang mengerikan. Tapi, sayang sekali kenapa harus Polan yang menjadi Kadi, kenapa tidak yang lain saja."

Demikian Cerita Lucu Abu Nawas Diangkat Menjadi Kadi semoga anda terhibur dan selamat membaca cerita lainnya. Anda juga dapat membaca Cerita Lucu Abu Nawas Di Hukum Mati yang tak kalah seru dan pastinya lucu.

Sumber : Kisah 1001 Malam

Monday, November 11, 2013

Cerita Lucu Abu Nawas Di Hukum Mati

Cerita Lucu kali ini akan berbagi sebuah kisah legendaris dari Kumpulan Kisah Dan Cerita Lucu Abu Nawas. Ada ribuan kisah tentang Abu Nawas yang mungkin sudah pernah anda dengar maupun anda baca, dan Cerita Lucu Terbaru 2013 akan menceritakan kisah lama yaitu sebuah Cerita Lucu Abu Nawas Di Hukum Mati. Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya.

Alkisah, Abu Nawas bertugas menjadi pengawal raja. Kemanapun raja pergi Abu Nawas akan selalu berada didekatnya. Pada suatu hari sang raja membuat undang-undang tentang kebersihan lingkungan, dimana dalam salah satu pasal didalamnya berbunyi ; 

Cerita Lucu Abu Nawas Di Hukum Mati

Suatu hari sang raja mengajak Abu Nawas berburu kedalam hutan, tiba tiba saja raja kebelet pengin buang air besar, karena sudah tidak tahan maka sang raja buang air besar disungai yang airnya mengalir kearah utara. Setelah para pengawalnya menyiapkan tempat untuk raja buang hajat sang rajapun menyelesaikan hajatnya sambil mengelus perut buncitnya sambil bergumam,.. "Aghhh,..Lega,...!!" 

Ketika raja hendak beranjak pergi meneruskan perburuannya dia dikagetkan oleh sebuah kotoran yang terbawa arus sungai dari selatan. Raja murka bukan kepalang,.. sambil berteriak memanggil pengawal setianya si Abu Nawas.

Raja : "Pengawal,...!!!,...Heh Abu Nawas di mana kamu??!!" (bentak raja memanggil Abu Nawas pengawalnya)
Abu Nawas : "Hamba paduka,..!" 

Terlihat abu nawas berlari dari semak di bawah pohon dekat sungai sebelah selatan sambil mengencangkan ikat pinggangya.

Abu Nawas : "Ada apa paduka raja,..?"
Raja : "Lihat itu,..siapa yang berani buang kotoran di sungai tanpa seijin dariku,..tangkap dan bawa kekerajaan aku akan menjatuhkan hukuman mati padanya tak perduli siapapun dia,...cepat!!! tangkap dia bawa keempat prajurit bersamamu,..!"
Abu Nawas : "a...a...begini ba,..ba,..baginda raja,..saya,...saya,...." 

Abu Nawas terlihat gugup melihat kemurkaan sang raja,..tiba tiba seorang prajurit berkata pada sang raja,..

Prajurit : "Ampun baginda raja,..kotoran tersebut adalah milik Abu Nawas paduka,..."
Raja : "Apaaaa,...??!!! berani benar kamu Abu Nawas,... engkau sudah aku angkat sebagai pengawalku tapi kamu melanggar undang undang yang aku buat,..!! tak perduli siapapun dia Prajurit,...!!tangkap Abu Nawas dan bawa keistana aku akan memberinya hukuman mati,..!"

Abu Nawas dibawa ke pengadilan dan raj memberinya vonis Hukuman MATI, sebelum hukuman dilaksanakan raja memberi kesempatan kepada Abu Nawas untuk membela diri. 

Abu Nawas : "Baginda raja yang mulia,....hamba rela dijatuhi hukuman mati, hamba hanya ingin menyampaikan alasan hamba buang hajat bersama paduka waktu itu. Yang hamba lakukan adalah bukti kesetiaan hamba kepada paduka raja. Hamba selalu menemani kemanapun paduka pergi,.. saat senang maupun susah dan saat di medan perang, sampai kotoran paduka rajapun harus hamba kawal dengan kotoran hamba. Hanya itu pembelaan dari hamba paduka,.."

Raja tertegun mendengar perkataan Abu Nawas dan membatalkan hukuman matinya, bahkan raja memberikan Abu Nawas hadiah sebuah rumah dan perahu kecil untuk tempat kotorannya apabila mengawal kotoran sang raja.

Nah demikian Cerita Lucu Abu Nawas Di Hukum Mati semoga bisa menghibur anda dan selamat membaca Cerita Lucu selanjutnya,....

Kumpulan Kisah Dan Cerita Lucu Abu Nawas

Kumpulan Kisah Dan Cerita Lucu Abu Nawas : Siapa sih yang tidak mengenal Abu Nawas? Setidaknya anda pasti pernah mendengar nama dan kisah lucunya. Cerita Lucu Terbaru 2013 kali akan berbagi kisah tentang Abu Nawas. Abu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Ia juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. Ia sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.

Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya. Abu Nawas merupakan seorang pujangga Arab dan dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.


Masa mudanya penuh perilaku kontroversial yang membuat Abu Nawas tampil sebagai tokoh yang unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Meski begitu, sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai sprirtual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan. Abu Nawas belajar sastra Arab kepada Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran kepada Ya'qub al-Hadrami. Sementara dalam Ilmu Hadis, ia belajar kepada Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa'ad as-Samman.

Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab. Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng. Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.

Kemudian ia pindah ke Baghdad. Di pusat peradaban Dinasti Abbasyiah inilah ia berkumpul dengan para penyair. Berkat kehebatannya menulis puisi, Abu Nawas dapat berkenalan dengan para bangsawan. Namun karena kedekatannya dengan para bangsawan inilah puisi-puisinya pada masa itu berubah, yakni cenderung memuja dan menjilat penguasa.

Dalam Al-Wasith fil Adabil 'Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas digambarkan sebagai penyair multivisi, penuh canda, berlidah tajam, pengkhayal ulung, dan tokoh terkemuka sastrawan angkatan baru. Namun sayang, karya-karya ilmiahnya justru jarang dikenal di dunia intelektual. Ia hanya dipandang sebagai orang yang suka bertingkah lucu dan tidak lazim. Kepandaiannya menulis puisi menarik perhatian Khalifah Harun al-Rasyid. Melalui musikus istana, Ishaq al-Wawsuli, Abu Nawas dipanggil untuk menjadi penyair istana (sya'irul bilad).

Sikapnya yang jenaka menjadikan perjalanan hidupnya benar-benar penuh warna. Kegemarannya bermain kata-kata dengan selera humor yang tinggi seakan menjadi legenda tersendiri dalam khazanah peradaban dunia. Kedekatannya dengan kekuasaan juga pernah menjerumuskannya ke dalam penjara. Pasalnya, suatu ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudhar yang dianggap menyinggung Khalifah. Tentu saja Khalifah murka, lantas memenjarakannya. Setelah bebas, ia berpaling dari Khalifah dan mengabdi kepada Perdana Menteri Barmak. Ia meninggalkan Baghdad setelah keluarga Barmak jatuh pada tahun 803 M. Setelah itu ia pergi ke Mesir dan menggubah puisi untuk Gubernur Mesir, Khasib bin Abdul Hamid al-Ajami. Tetapi, ia kembali lagi ke Baghdad setelah Harun al-Rasyid meninggal dan digantikan oleh Al-Amin.

Sejak mendekam di penjara, syair-syair Abu Nawas berubah, menjadi religius. Jika sebelumnya ia sangat pongah dengan kehidupan duniawi yang penuh glamor dan hura-hura, kini ia lebih pasrah kepada kekuasaan Allah.

Memang, pencapaiannya dalam menulis puisi diilhami kegemarannya melakukan maksiat. Tetapi, justru di jalan gelap itulah, Abu Nawas menemukan nilai-nilai ketuhanan. Sajak-sajak tobatnya bisa ditafisrkan sebagai jalan panjang menuju Tuhan. Meski dekat dengan Sultan Harun al-Rasyid, Abu Nawas tak selamanya hidup dalam kegemerlapan duniawi. Ia pernah hidup dalam kegelapan – tetapi yang justru membawa keberkahan tersendiri.

Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah. Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya. Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.

Nah demikian informasi tentang Abu Nawas, selamat membaca Kumpulan Kisah Dan Cerita Lucu Abu Nawas semoga anda terhibur,...

Sumber :

- http://nyatanyatafakta.blogspot.com/2011/08/biografi-abu-nawas.html
- http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Nawas

Saturday, November 2, 2013

Humor Lucu 20 Hal Positif Dari Merokok

Cerita Lucu : Humor Lucu 20 Hal Positif Dari Merokok berikut ini cuman sekedar humor semata tidak untuk dipraktekan dalam kehidupan sehari hari. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi serta gangguan kehamilan dan janin berdasarkan peringatan yang tertulis dalam bungkus rokok. Tahukah anda ternyata dibalik bahaya merokok ada 20 Hal Positif Dari Merokok yang dambil berdasarkan survey dari beberapa perokok yang sedikit kurang waras tapi cukup membuat saya tertawa,..karena ada benernya juga sih. Nah untuk lebih jelasnya yuk kita simak Humor Lucu 20 Hal Positif Dari Merokok berikut ini :
  1. Rokok sebagai bahan inspirasi dan pendukung membuat tugas akhir, beberapa seniman memanfaatkannya untuk menemukan ide kreatif dalam karya seninya, tentunya bagi seniman yang merokok. Beberapa mahasiswa juga menemukan inspirasinya dalam membuat tugas akhir seharusnya dicantumkan terima kasih rokok pada kata sambutannya ya,..? xixixi,.
  2. Merokok dapat melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi seorang pemula, merokok itu tidaklah mudah, batuk-batuk dan tersedak tapi tetap juga diteruskan sampai akhirnya lulus katagihan.
  3. Merokok sebagai alat indikator kesehatan soalnya kalau orang sakit pasti tidak boleh merokok sama dokternya. Selain itu seseorang yang sedang tidak sehat seperti terkena flu misalnya jika merokok maka akan terasa hambar dan nggak enak ditenggorokan, tapi bagi seorang perokok yang dalam keadaan vit dan sehat maka ketika merokok akan terasa nikmat,...sruputt,..ahhhh,...! hehehe....
  4. Rokok merupakan teman setia dalam bekerja.
  5. Dalam Film, koboy akan terlihat lebih gaya dengan rokoknya, coba anda bayangkan misalkan koboy sambil ngemut dot,..haha....
  6. Membantu syuting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat dikursi.
  7. Anti maling, waktu perokok sedang batuk berat maka maling yang berniat mencuri akan mengurungkan niatnya.
  8. Sebagai tanda bahwa hari sudah pagi,..coba anda dengarkan kalau pagi hari pasti ayam merokok,..
  9. Menambah kenikmatan : kalau sore hari minum kopi ditemani pisang goreng ditambah roko akan terasa labih nikmat.
  10. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan suami karena konon katanya merokok dapat menyebabkan impotensi.
  11. Kalau mobil mogok karena busi mati dan gak ada api maka sudah ada api.
  12. Menghilangkan bau wangi wangian bagi yang alergi sama bau parfum.
  13. Bisa menambah suasana dipedesan/nature dalam ruangan ber AC asap rokok dapat memberi kesan berkabut seperti di pedesaan.
  14. Rokok bisa dijadikan alasan untuk minta naik gaji karena ada pos untuk rokok dan resiko baju berlubang karena rokok.
  15. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter paru paru, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk.
  16. Rokok bisa digunakan untuk basa basi keakraban ketika kita ketemu orang di terminal kita bisa tawarkan rokok, kalau misalkan kita tawarkan uang kan lucu jadinya,..hehe,..
  17. Berbuat amal kebaikan kalau ada orang yang mau pinjam korek api setidaknya kita bisa memberikannya dan tidak mengecewakan orang tersebut.
  18. Mengurangi resiko kematian : dalam berita di televisi tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok kan?
  19. Menghindarkan dari perbuatan kejahatan karena sampai saat ini belum pernah ditemui orang yang membunuh sambil merokok, mencuri sambil merokok, maupun berkelahi sambil merokok.
  20. Perokok pasif lebih berbahaya dari pada perokok aktif karena itu aktiflah merokok.
Nah Humor Lucu 20 Hal Positif Dari Merokok diatas cuman rekayasa saja sekedar humor untuk hiburan semata. Jangan dianggap serius dan tetaplah tersenyum semoga hari anda indah hari ini,...selamat membaca Cerita Lucu selanjutnya yang tentunya lebih gokil dan kocak abis,..

    Friday, November 1, 2013

    Foto Lucu Ratu Masker Gokil

    Foto Lucu Ratu Masker Gokil, gambar kiriman dari NORA

    Ah Bohong

    Nangis Terbaru

    Pusing

    Monday, July 8, 2013

    Cerita Humor Lucu Khusus Dewasa

    Cerita Lucu Terbaru kali ini adalah Cerita Humor Lucu Khusus Dewasa jadi buat kamu yang belum berumur 18+ sebaiknya jangan diteruskan membaca cerita-cerita dibawah ini. Demi mematuhi undang-undang tentang pornografi dan porno aksi beberapa kata dan kalimat sengaja kami sensor, he..he....! Sebelum anda melanjutkan membaca cerita dibawah ini, alangkah baiknya anda mempersiapkan sapu tangan dan palu. Sapu tangan bisa anda gunakan kalau-kalau anda tertawa sampai nangis setelah membaca cerita berikut ini, dan Palu bisa anda gunakan kalau anda merasa kesal dan marah karena ceritanya gak lucu,...... ketok aja tuh laptop, komputer maupun perangkat lainnya yang anda gunakan untuk mengakses situs kami. Haaa...ha....Jangan donk cuman becanda kok!!!! Oke daripada terlalu panjang basa-basinya ntar malah basi langsung aja simak Cerita Humor Lucu Khusus Dewasa dibawah ini,....


    Pajak Pertambahan Panjang Milik Pria
    Ternyata dampak kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu membuat harga beberapa barang naik. Untuk mengatasi kepanikan warga masyarakat karena dampak kenaikan BBM, pemerintah memutuskan untuk membagikan BLSM kepada warga yang kurang mampu. Hal ini membuat pemerintah pusing karena ketika didata oleh aparat terkait ternyata 80 persen warganya mengaku miskin. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk menaikan pajak dari beberapa sektor. Karena masih belum juga bisa memenuhi kebutuhan untuk dana BLSM yang akan dibagikan ke warga miskin, pemerintah memutuskan untuk menambah Pajak Pertambahan Panjang khusus untuk pria. Berikut ini daftar pajak pertambahan panjang milik pria untuk panjang 
    • 0-10 cm bebas pajak
    • 10-13 cm Pajak Retribusi
    • 13-20 cm Pajak Pertambahan Nilai
    • lebih dari 20 cm Pajak Barang Mewah
    Nah silahkan anda ukur punya masing-masing termasuk dalam pajak yang mana??? jika anda tidak masuk dalam kategori pajak,........Kasihannn Dehhhh Loooo,.......!!!!



    Adik Nempel Didinding
    Seorang ayah pulang dari kantornya agak sorean, ketika sampai rumah ia disambut sang isteri dengan senyum ramahnya. 
    Ayah : "mah,...si joni anak kita kemana?? kok sepi??"
    Isteri : "itu tadi keluar bawa mainan mungkin lagi maen ditaman sama temannya,.." 
    Ayah : "oh,...kalau gitu 'yuk' mah,.." mengajak isterinya untuk *********
    Isteri : "jangan sekarang pah nanti joni pulang....."
    Dengan rayuannya sang ayah akhirnya berhasil mengajak isterinya ****** karena tergesa-gesa mereka lupa mengunci pintu kamar sampai akhirnya,.... "GRUBAKZ,...!!!!" terdengar pintu kamar yang didobrak,..
    Joni : "ayah,...minta uangnya seribu rupiah buat beli es krim,.....!!"
    Kaget dan terkejut bukan main sang ayah mendengar joni yang masuk kekamar dengan tiba-tiba, padahal sudah hampir sampai pada tujuannya,...
    Ayah : "Heh,...dasar bocah edan,....kalau masuk kamar ketuk pintu pintu dulu!!! Seribu gundulmu,...!!!lihat itu gara gara seribu rupiahmu adik adikmu pada nempel didinding!!!!(sang ayah terus memaki joni anaknya)
    Joni : "@@@##$%%$#@#@$$#???????????????!!!!"

    Kontes Paling Besar ****** Wanita
    Kontes tidak biasa ini terjadi dalam dunia humor, yang dihadiri oleh ribuan penonton yang penasaran karena peserta kontes yang berasal dari berbagai negara. Kontespun dimulai terdengan suara MC memanggil para peserta,...
    "Inilah dia peserta pertama dari jepang!!! yang memiliki *******sebesar buah kelapa,....!!!
    Terdengar riuh suara penonton sambail bertepuk tangan,....
    "Peserta kedua dari Amerika sebesar buah semangka,...!!!"
    Penonton semakin riuh bersorak sambil bertepuk tangan,.....
    "Peserta ketiga dari Saudiarabia sebesar buah labu,....!!!"
    Riuh penonton tak terbendung lagi sambil bersorak dan berdiri mereka memberikan tepuk tangannya ,.....
    Setelah beberapa peserta tibalah peserta terakhir,...
    "Dan yang paling ditunggu tunggu,....inilah peserta terakhir dari indonesia,......!!!" dengan sangat bersemangat sang MC memanggil peserta terakhirnya. "Dari indonesia sebesar buahhh APEL,...!!!!!"
    "Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu........................" suara penonton tidak puas sampil mengacungkan jempol terbaliknya,... "Tunggguuuu Duluuuuu,...." sang MC melanjutkan,..."Ituuuuuu Baruuuuuu Putingnyaaaaaaa,....."
    penonton terdiam beberapa saat sampai akhirnya "Horeeeeee,..................!!!!!!!!!!!" Suara riuh bergemuruh tepuk tangan bercampur dengan siulan terdengar dari seluruh pojok penonton sambil melempar topi, tak henti hentinya memberikan aplous untuk peserta terakhir karena dialah sang juara,... Haaa....ha.....

    Mempercepat Punya Adik
    Seorang anak perempuan kecil yang masih berumur 7tahun merengek pada mamanya karena ingin memiliki seorang adik.
    Anak : "Ma,..ma,..aku ingin punya adik,..ma,..."
    Mama : "kamu kan sudah punya,..itu si Niko apa bukan adikmu???"
    Anak : "Niko kan laki laki ma aku maunya adik perempuan"
    Mama : "Ya sayang,...tapi nggak bisa cepet cepet ya,....kan butuh waktu untuk membuat adik perempuan,..lagian papa kan lagi sibuk dipabrik banyak pesanan,.."
    Anak : "Aku punya ide ma,...kenapa mama nggak melakukan seperti apa yang papa lakukan di pabrik ma?"
    Mama : "@##@@???????????? apa itu,..?"
    Anak : "Itu lho ma,...mempekerjakan laki-laki lebih banyak biar cepet ma,..."
    Mama : "@#@##%%$#@#@$$#@#$?????????????!!!!!!!!!!!!!"

    Kalau Dipegang Mau Beli
    Suatu hari Joni diajak ayahnya kepasar hewan untuk membeli sapi yang akan digunakan untuk hewan kurban. Joni memperhatikan ayahnya yang sedang memeriksa sapi yang akan mereka beli. Sang ayah memegang sambil memijit mijit paha sapi dengan seksama, kemudian melanjutkan memegang bagian pantat sapi yang diteruskan dengan bagian punggung dan dada sapi. Karena heran Joni bertanya pada ayahnya,..
    Joni : "Yah,...kenapa sih kok musti dipegang pegang gitu,..???"
    Ayah : "Ohhh,...itu karena ayah bermaksud akan membelinya jadi musti diperiksa dulu seluruh tubuh sapinya,.."
    Sesaat tampak pucat wajah Joni dan terlihat sangat cemas mendengar apa yang diucapkan ayahnya. 
    Joni : "Ayah,...ayah,...ayo cepat yah kita pulang, yah,..cepat ayoo,..yah,..!!!"
    Ayah : "Lhohh,..kenapa,..???" (heran melihat anaknya terlihat sangat cemas)
    Joni : "Itu yah,...sepertinya mama mau dibeli sama om sebelah rumah kita yah,..!!"
    Ayah : "@@#@#@$$%$#@#@$%!!!!!!!!!!!!!!!??????????????"

    Demikian beberapa Cerita Humor Lucu Khusus Dewasa kami persembahkan untuk sekedar menghibur anda yang mungkin saat ini lagi suntuk karena sedang browsing internet tapi gak nemu nemu juga. He...he...semoga gak bosen datang dimari, selamat membaca cerita lainnya. Klik suka jika anda suka cerita kami dan bagikan keteman anda sama halnya anda berbagi kebahagiaan untuk mereka. Mohon maaf jika kurang lucu dan jika dirasa ada yang kurang berkenan silahkan tulis dikolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini.